JOSE MOURINHO RESMI DAPAT KONTRAK BARU DARI MU, MEMANGNYA SUDAH PANTAS?

633CASH - Jose Mourinho baru saja mendapatkan kontrak baru di Manchester United. Ia akan bertahan di klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut hingga 2020 mendatang. Kabarnya ia juga mendapat kenaikan gaji.

Apa sebenarnya prestasi besar yang telah diraih pelatih asal Portugal tersebut sehingga mendapat perpanjangan kontrak di bulan Januari ini?

Memberikan perpanjangan kontrak di tengah musim seperti ini terbilang tidak biasa. Kebanyakan pelatih mendapatkan perpanjangan kontrak di akhir musim setelah terdapat evaluasi kerja pelatih bersangkutan selama satu musim penuh PIALA DUNIA 2018.

Tapi Mourinho mendapatkan perpanjangan kontrak di saat musim kompetisi masih berlangsung. Perpanjangan kontraknya ini tak lama setelah MU sukses mendapatkan Alexis Sanchez dari Arsenal. Apakah artinya Mourinho mendapatkan kontrak baru sebagai apresiasi atas kesuksesannya mendatangkan pemain asal Chile tersebut?

Menurut penuturan petinggi Manchester United, Ed Woodward, bahwa Mourinho dianggap sudah sukses menangani Manchester United. Oleh sebab itu, mantan pelatih Chelsea tersebut pun pantas mendapatkan perpanjangan kontrak.

"Jose sudah meraih prestasi hebat sebagai manajer Manchester United dan saya dengan senang mengumumkan bahwa ia sudah sepakat memperpanjang komitmennya hingga setidaknya 2020," tutur Woodward PIALA DUNIA RUSSIA 2018.

"Kerja keras dan profesionalismenya amat luar biasa dan ia sudah bisa memahami gairah klub untuk mempromosikan pemain muda bertalenta di tim utama."

"Dia sudah memberikan energi dan juga sebuah tujuan dalam semua hal yang ia lakukan dan saya yakin hal tersebut akan terus memberikan hasil terbaik bagi fans dan klub,” paparnya.

Dalam pernyataan tersebut terdapat empat poin yang mendapat tekanan yaitu prestasi, kerja keras dan profesionalisme, promosi pemain muda dan tujuan di masa yang akan datang.

 

Prestasi :

Tidak bisa dipungkiri bahwa Jose Mourinho adalah pelatih paling sukses di MU pasca Sir Alex Ferguson. Ia adalah pelatih yang langsung bisa memberikan tiga gelar di musim pertamanya.

Musim lalu, Manchester United sukses menjuarai Liga Europa, Piala Liga dan Community Shield. Meskipun belum bisa mengobati haus gelar juara di Premier League yang terakhir kali diraih pada tahun 2013, paling tidak rentengan gelar musim lalu bisa menjadi pemanasan kebangkitan Manchester United di bawah asuhan Jose Mourinho PIALA DUNIA 2018..

Dan aroma kebangkitan itu terus merebak hingga musim ini. Saat ini, Manchester United berada di peringkat dua klasemen Liga Inggris. Ini adalah posisi terbaik ketika liga memasuki pekan ke-24 sejak 2013.

Prestasi MU pada era Mourinho ini bukan hanya terjadi di atas lapangan. Di luar lapangan, Mourinho juga sukses memberikan pengaruh pada kesehatan keuangan klub. Pada bulan Januari 2018 ini, MU dinobatkan sebagai klub dengan pendapatan paling tinggi di dunia . Bidang ini tentu saja bukan sepenuhnya karena kebijakan Mourinho. Tapi dengan raihan berbagai gelar musim lalu dan kemampuan Mourinho dalam menggaet perhatian dunia bisa memberikan pengaruh.

Nah, jika perpanjangan kontrak Mourinho didasarkan pada prestasi, meskipun belum sepenuhnya maksimal, MU memang sudah semestinya memberikan apresiasi. Apalagi pelatih yang selalu menyumbangkan gelar di setiap klub yang ditangani tersebut, akhir-akhir ini sering dikait-kaitkan dengan klub kaya raya macam PSG.

 

Kerja Keras dan Profesionalisme :

Jose Mourinho mulai ditunjuk sebagai pelatih Manchester United pada bulan Mei 2016 lalu. Pada kesepakatan awal, Mourinho mendapatkan kontrak selama tiga tahun.

Mendapat kesempatan melatih klub besar seperti Manchester United tentu saja bukan urusan mudah bagi Mourinho. Oleh sebab itu, ia harus bekerja keras setiap hari untuk memenuhi tuntutan klub PIALA DUNIA RUSSIA 2018.

Menurut Jesse Lingard, perubahan besar yang paling kentara ketika Mourinho datang ke Manchester United adalah soal peningkatan kerja. Setiap pemain dituntut bekerja keras untuk mendapatkan tempat tim utama. Tidak ada kata ‘anak emas' dalam kepala Mourinho.

"Latihan menjadi lebih intens. Semua orang ingin menang. Tak peduli apa pertandingannya, kami tampil dengan mental untuk menang," ungkap Lingard.

Hal itu terbukti ketika Mourinho tak segan menyingkirkan pemain senior yang sebelumnya selalu mendapatkan tempat utama. Wayne Rooney, misalnya.

Pada era Sir Alex Ferguson kemudian berlanjut pada era David Moyes dan Louis van Gaal, Rooney terkesan sebagai orang istimewa di MU.

Beda dengan Mourinho. Di bawah tangan dinginnya, ia tak segan membangkucadangkan Rooney jika memang tidak membutuhkan pemain tersebut. Mourinho pun lantas melepas Rooney ke Everton pada bursa transfer tahun lalu.

 

Promosi Pemain Muda :

Jose Mourinho memang terkenal sebagai pelatih ‘gila’ belanja pemain. Pada musim pertamanya di Manchester United, ia langsung mendatangkan Paul Pogba sebagai pemain termahal dunia.

Pada musim keduanya, Mourinho mendatangkan Romelu Lukaku dengan harga 85 juta euro dan juga Nemanja Matic dengan harga 44 juta euro. Selama melatih MU, ia telah menghabiskan dana 390 juta euro untuk belanja. Dan dalam sejarah, pelatih 55 tahun ini adalah sosok yang paling banyak menghamburkan uang untuk mendapatkan pemain PIALA DUNIA 2018.

Namun bukan berarti Mourinho abai terhadap produk akademi klub. Selama di Manchester United, Mourinho tetap memberikan perhatian pada bakat muda. Selain kepada Marcus Rashford, Mourinho juga memberi kesempatan bermain pada beberapa talenta muda seperti Axel Tuanzebe (3 kali pertandingan), Scott McTominay (9 kali) dan penjaga gawang Joel Pereira (1 kali).

Fakta ini selaras dengan pernyataan Woodward bahwa Mourinho memahami hasrat Manchester United untuk mengorbitkan pemain muda.

 

Proyek Masa Depan :

Mendatangkan Alexis Sanchez yang sudah berusia 29 tahun dan memberikan gaji tertinggi di Liga Inggris tentu saja bukan untuk proyek jangka panjang yang ideal. Tapi ini adalah sebuah strategi Mourinho untuk mengambilkan mental juara dalam entitas Manchester United.

Faktanya, bersama tim yang ada di Manchester United saat ini, telah terjadi banyak peningkatan jika dibanding musim-musim sebelumnya. Terkait hal ini dapat dilihat dari performa MU di EPL sejauh ini 

PIALA DUNIA RUSSIA 2018.

 

Tim berjuluk Setan Merah tersebut menduduki peringkat dua klasemen. Meskipun masih berjarak cukup jauh dengan Manchester City di peringkat pertama, tapi MU adalah klub yang paling sedikit mengalami kebobolan bersama dengan Chelsea (16 gol). Kekokohan lini belakang, ditopang dengan produktivitas lini depan yang saat ini sudah mengumpulkan 49 gol, terbanyak ketiga di liga setelah Manchester City dan Liverpool.

Maka tambahan pemain seperti Sanchez diharapkan akan membantu MU meraih gelar secara lebih instan dan lebih meyakinkan dalam bersaing.

Maka dengan pertimbangan yang telah disebutkan, sepertinya Mourinho memang pantas mendapat kontrak baru di Manchester United.

News Lainnya

Balotelli Ingin Masuk Timnas Italia Lagi, Ini Syarat dari Ventura

Prediksi Shakhtar Donetsk vs Manchester City 19 September 2019

Henry: Guardiola Takkan Lama di City

Klub Jepang buka suara, masa depan Iniesta masih gelap

PEMAIN MUDA AC MILAN LEBIH MAHAL DARI PAUL POGBA