Kilas Balik Piala Dunia 1990 Italia

Piala Dunia 1990 dilangsungkan di negeri Spaghetti, Italia. Perhelatan kali ini merupakan perhelatan Piala Dunia yang ke-14.

Turnamen ini dilangsungkan selama 31 hari. Tepatnya dari 8 Juni hingga 8 Juli. Ada 24 tim dari lima konfederasi yang berpartisipasi di pesta sepakbola ini dan mereka bermain di 12 kota di penjuru Italia.

Ini adalah kedua kalinya Italia menjadi tuan rumah Piala Dunia. Sebelumnya mereka jadi tuan rumah pada tahun 1934. Sementara itu di sini ada ada tiga tim yang pertama kali tampil di ajang Piala Dunia yakni Kosta Rika, Irlandia dan Uni Emirat Arab.

Sementara itu Chile dan Meksiko gagal ambil bagian di Piala Dunia ini. Pasalnya mereka didiskualifikasi pada babak kualifikasi zona Conmebol. Meksiso didepak karena karena menurunkan pemain di atas umur yang seharusnya di sebuah turnamen junior sementara Chile ditindak karena adanya aksi teatrikal dari kipernya yakni Roberto Rojas. Ia berpura-pura cedera terkena lemparan kembang api di pertandingan melawan Brasil.

Di pentas Piala Dunia ini, untuk pertama kalinya FIFA menghadirkan seremoni pengibaran bendera Fair Play sebelum pertandingan dimulai. Di sini pula taktik defensif yang diperagakan tim-tim peserta mengilhami lahirnya peraturan back-pass pada tahun 1992, plus diberikannya hadiah berupa tiga poin pada tiap tim yang meraih kemenangan, alih-alih bukannya dua poin di ajang Piala Dunia berikutnya.

Format turnamen ini sama seperti turnamen tahun 1986. Tiap tim peserta di Piala Dunia 1990 beranggotakan 22 pemain, sama juga seperti sebelumnya. Namun FIFA memberikan kelonggaran pada para manajer untuk mengganti pemainnya jika ada yang cedera. Contohnya ada dua yakni dipulangkannya kiper Argentina Nery Pumpido dan kiper Inggris David Seaman. Mereka digantikan oleh Angel Comizzo dan Dave Beasant.

Piala Dunia ini juga menhadirkan banyak hal menarik baik di luar maupun di dalam lapangan. Di luar lapangan, turnamen ini mencatatkan rekor sebagai event yang paling banyak ditonton orang, sebelum akhirnya rekornya dikalahkan Piala Dunia 1994 dan 2002. Piala Dunia ini juga merupakan pertama kalinya direkam secara resmi dan ditayangkan di saluran HDTV oleh salah satu stasiun televisi di Italia RAI, yang bekerja sama dengan stasiun TV asal Jepang NHK.

Di dalam lapangan, Piala Dunia 1990 juga dikenal sebagai salah satu turnamen yang menyedihkan. Pasalnya tak banyak gol yang tercipta. Dalam tiap pertandingan rata-rata hanya tercipta 2.21 gol. Di sisi lain turnamen ini justru menghasilkan rekor Kartu Merah terbanyak, 16, termasuk Kartu Merah pertama di sebuah partai final.

Meski pelit gol, cukup banyak drama yang terjadi. Contohnya di laga pembuka di mana Kamerun sukses mengalahkan Argentina. Negara asal Afrika itu sendiri juga mencetak banyak sensasi. Masuknya Roger Milla di turnamen adalah karena keinginan sang presiden, Paul Biya dan bukan karena kebutuhan tim. Milla pada saat itu sudah berusia 38 tahun. Namun hadirnya penyerang gaek itu pada akhirnya sukses membuat tim berjuluk The Indomitable Lions itu menjadi negara Afrika pertama yang menembus babak perempat-final usai mengalahkan Kolombia di babak 16 besar. Di babak itu sendiri Milla cs dikalahkan oleh Inggris 3-2 melalui babak perpanjangan waktu.

Lalu, sang pendatang baru Kosta Rika sukses mengalahkan Skotlandia dan Swedia dan berhasil masuk ke babak 16 besar. Irlandia juga tampil mengejutkan karena bisa melaju sampai babak perempat final sebelum akhirnya ditumbangkan Italia. Sementara di babak 16 besar ini sendiri terjadi partai big match antara Brasil kontra Argentina. Tim Samba memang tampil lebih dominan tapi tim Tango akhirnya bisa menang berkat gol semata wayang Claudio Caniggia yang mendapat assist dari Diego Maradona.

Babak semifinal diisi oleh pertandingan antara Jerman Barat lawan Inggris sementara Argentina berduel dengan italia. Kedua pertandingan itu sama-sama berakhir dengan imbang di waktu normal dan harus dituntaskan melalui adu penalti. Uniknya baik Argentina dan Jerman Barat sama menang dengan skor 4-3.

Italia dan Inggris akhirnya saling duel untuk memperebutkan posisi ketiga. Azzurri akhirnya menang 2-1 berkat gol Roberto Baggio dan Salvatore Schillaci, sementara satu-satunya gol The Three Lions dicetak oleh David Platt. Dari ketiga nama yang suskes mencatatkan namanya di papan skor, hanya Schillaci yang mendapat sorotan. Sebelum ikut Piala Dunia ia hanya memiliki catatan satu caps bersama timnas. Namun ia akhirnya mengakhiri turnamen ini dengan raihan enam gol dan berhak meraih Golden Shoe.

Lalu pertandingan antara Jerman Barat dan Argentina itu disebut sebagai partai final yang kualitasnya paling rendah dan keras meski ada nama-nama seperti Maradona maupun Jurgen Klinsmann. Pada menit 65, Pedro Monzon dikartu merah langsung setelah melanggar Klinsmann. Pedro pun resmi jadi pemain pertama yang pernah dikartu merah di partai final Piala Dunia. Ia kemudian disusul oleh Gustavo Dezotti yang dusir setelah menerima dua kartu kuning dari wasit pada menit 87.

Argentina tak bisa tampil full team di laga ini. Pasaknya ada sejumlah pemain yang cedera atau terken larangan main seperti Claudio Caniggia. Mereka pun tak bisa menciptakan banyak peluang. Jerman pun mendominasi jalannya pertandingan. Satu-satunya gol di pertandingan itu tercipta melalui penalti Andreas Brehme. Hukuman dari titik 12 pas itu diberikan setelah Rudi Voller dilanggar Nestor Sensini.

Trofi ini merupakan trofi ketiga Jerman Barat dan menjadikan mereka sebagai negara tersukses di turnamen itu. Namun ini juga merupakan turnamen terakhir tim tersebut di Piala Dunia karena setelah itu Jerman Barat dan Timur bersatu. Sementara itu Franz Beckenbauer menjadi satu-satunya orang yang sukses meraih gelar Piala Dunia sebagai kapten tim dan pelatih, dan jadi orang kedua setelah Mario Zagallo (Brasil) yang sukses juara sebagai pemain dan pelatih. Final itu juga merupakan pertama kalinya tim dari zona UEFA menang di final dari tim non Eropa.

Kontestan: Italia, Cekoslovakia, Austria, Amerika Serikat, Kamerun, Rumania, Argentina, Uni Soviet, Brasil, Kosta Rika, Skotlandia, Swedia, Jerman Barat, Yugoslavia, Kolombia, Uni Emirat Arab, Spanyol, Belgia, Uruguay, Korea Selatan, Inggris, Republik Irlandia, Belanda, Mesir.

Venue: Olimpico, Giuseppe Meazza, Comunale, Sant Nicola, Luigi Ferraris, Marc Antonio Bentegodi, Sant'elia, San Paolo, Delle Alpi, Renato Dall'ara, Friuli, Della Favorita.

News Lainnya

Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2018: Grup c

Arbeloa: Real Madrid Terbaik di Dunia!

Prediksi Cagliari vs Roma 7 Mei 2018

Ide Baru dari FIFA: Piala Dunia Diikuti 48 Tim

PREDIKSI SUNDERLAND VS ARSENAL 29 OKTOBER 2016